MPI FTK UIN SMH Banten Dorong Mahasiswa Jadi Edupreneur Islami di Era Digital

Serang, 4 November 2025 – Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten melalui Program Studi Manajemen Pendidikan Islam (MPI) menggelar Workshop Edupreneurship bertema “Transformasi Manajemen Pendidikan Islam Berbasis Edupreneurship di Era Digital”, Selasa (4/11/2025), di Aula Lantai 3 Gedung A FTK. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kampus dalam memperkuat kompetensi mahasiswa MPI UIN Banten agar tidak hanya siap sebagai pengelola pendidikan, tetapi juga mampu menjadi edupreneur yang inovatif dan berdaya saing di era digital.

Workshop ini menargetkan sejumlah tujuan utama, di antaranya memberikan pemahaman tentang konsep edupreneurship dalam manajemen pendidikan Islam, menumbuhkan jiwa wirausaha Islami, membekali mahasiswa dalam merancang proyek usaha pendidikan mandiri, serta mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam praktik kewirausahaan.

Dalam sambutan pembukaannya, Wakil Dekan III FTK, Dr. H. Moch Subekhan menegaskan bahwa perubahan dunia pendidikan menuntut lulusan yang adaptif, kreatif, dan memiliki orientasi kewirausahaan. “Mahasiswa MPI harus mampu menjadi problem solver di bidang pendidikan, bukan hanya pengelola lembaga, tetapi juga pencipta inovasi yang bernilai sosial dan ekonomi,” ujarnya.

Sementara itu, narasumber utama Dr. KH. Bakroni Latar menekankan bahwa edupreneurship dalam Islam bukan sekadar aktivitas bisnis, melainkan bagian dari ibadah dan pengabdian. Ia menjelaskan bahwa konsep edupreneur menggabungkan nilai spiritual, etika, dan kemandirian ekonomi yang harus menjadi fondasi dalam pengelolaan pendidikan Islam modern. “Pendidikan Islam harus mampu melahirkan sistem yang mandiri, berkelanjutan, dan memberi manfaat luas bagi umat,” katanya.

Kegiatan workshop berlangsung interaktif melalui paparan materi, diskusi kelompok, studi kasus, hingga simulasi perancangan proyek edupreneurship berbasis pendidikan Islam. Mahasiswa MPI semester 5 yang menjadi peserta mengaku mendapatkan wawasan baru terkait peluang usaha di bidang pendidikan. “Kami jadi memahami bahwa pendidikan juga bisa menjadi ruang inovasi dan kemandirian ekonomi, bukan hanya proses belajar mengajar,” ujar salah satu peserta. Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi, di mana mahasiswa aktif mengajukan gagasan dan model bisnis pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Workshop ini dipandu oleh Dr. H. Juhji selaku moderator. Ia berperan menghidupkan diskusi agar tidak hanya berjalan satu arah, tetapi menjadi ruang dialog dan pertukaran gagasan. Moderator juga mendorong mahasiswa untuk lebih berani mengembangkan ide-ide kreatif dan mengaitkannya dengan realitas pengelolaan pendidikan di lapangan. “Forum ini kita harapkan menjadi ruang lahirnya gagasan-gagasan edupreneur muda dari MPI,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Prodi MPI FTK UIN SMH Banten menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan berbasis nilai-nilai Islam. Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya generasi edupreneur yang mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *